Minggu, 09 Februari 2014

Maaf, aku sudah BANGKIT



       “Tepat  sebelas bulan yang lalu, kamu memutuskan untuk pergi dan tidak pernah menemuiku.” Desah aku semalam dengan tulisanku. Sejak kepergianmu saat itu, kamu tidak pernah kembali, kamu tak pernah lagi memiliki waktu untuk menemuiku, atau bahkan untuk memberiku kabar melalui gadgetmu saja tidak pernah.  Entah aku tidak mengerti, nampaknya insiden sebelas bulan yang lalu di malam setelah aku selesai membereskan urusan SLTA ku, sangat melukis luka hingga saat ini.
   Sebelumnya, kita nampak baikbaik saja, atau bahkan selama kita menjalin hubungan delapan bulan terlihat sangat manis, aku masih belum mengerti dengan alasan yang tidak logis kau tiba tiba mengatakan untuk mengakhiri kisah ini. Katanya, karena sifatku yang kekanak-kanakan,egois,dan selalu mengaturmu. Ingatkah? Dulu kau yang menawarkan dan mengikat sendiri rasa sayangmu, namun sekarang mengapa engkau yang begitu mudah untuk melepaskan ikatanmu? Ikatan yang sudah kau ikat menggunakan simpul mati, aku sulit untuk membukanya, kamu terlalu bersilau, kamu terlalu istimewa untuk aku lupakan.
    Kabarmu hanya bisa kulihat melalui akun twitter,facebook, dan path milikmu. Mengapa kamu bisa begitu cepat untuk melepaskannya, atau memang karena wanita-wanita sekelilingmu yang memang sangat akrab denganmu, atau memang karena alasanmu karena aku yang terlalu kekanak-kanakan dan egois? Lalu sekarang siapa yang egois dan berhati sadis? Siapa yang berani-beraninya mengakhiri dan membunuh janji,angan,dan impian kita selama delapan bulan lamanya. Delapan bulan waktu yang sudah kuhabiskan bersamamu dan untuk mencintaimu bukanlah waktu yang sebentar, sakitku saat itu hanya kubisa balut dengan tawa renyah dan senyumku, namun tawa itu tidak bisa serenyah dulu saat aku bersamamu. Awalnya, tiga bulan setelah kepergianmu, rasaku masih tetap sama, entah aku tidak ingin sekali membuka hati untuk sosok yang baru, ya karena saat itu hanya kamu  yang bisa mematikan hati ku ini. Aku hanya berhenti berjuang,bukan berarti aku berhenti mencintaimu. Tapi aku harus sadar, bahwa aku harus memikirkan masa depanku, aku tidak bisa terus menerus bercermin ke belakang, aku selalu berusaha untuk bangkit dan membangunkan hatiku, nampaknya selalu saja nihil.
    Malam itu, setelah aku selesai melewati masa orientasi siswa di sekolah baruku, aku sempatkan untuk membuka laptopku, hanya sekedar untuk refreshing mencari hiburan. Saat aku baru login akun facebookku, yang akhir pekan ini belum sempat kubuka karena kesibukanku mengikuti masa orientasi siswa. Yang pertama kali keluar di layar beranda akunku, iyalah akunmu, aku tidak menyangka dan sangat terkejut untuk melihatnya, namun nampaknya hati ini sudah ikhlas menerimanya, kamu mengganti status lajangmu dengan berpacaran, entah dengan wanita yang tidak pernah ku kenali sebelumnya, mungkin itu teman sekolah barumu. Iya aku tau kamu pria yang mudah untuk mengikat hati wanita, termasuk aku dulu yang pernah jatuh ke dalam jebakanmu. Mungkin yang ada di akunmu yang sekian kalinya setelah putus denganku. Setelah aku tau statusmu sekarang, aku semakin ingin bangkit dan meninggalkan lembaran masa laluku.
     Aku kira cinta sejati itu berhenti di kamu, tapi ternyata masih ada kamu selanjutnya. Aku sudah tak lagi bersamamu, tak lagi menemani hari-harimu, berhenti menjadi bagian dari hidupmu,tapi aku tidak pernah berhenti mencintaimu aku hanya berhenti memperjuangkanmu. Entah sudah berapa banyak pria yang datang dan pergi menawarkan cintanya semenjak tak lagi bersamamu, mereka selalu bilang “Aku tidak akan menyakitimu seperti dia,aku janji” tapi hati ini enggan sekali membuka hati untuk yang lain, sudah aku kunci hatiku ini hanya untukmu sejak berbulan-bulan lamanya. Aku masih ingin menikmati kesendirianku, mereka pria yang datang aku yakin mereka datang hanya untuk pergi, mungkin itu perasaan sesaat bukan;cinta. Sampai detik ini aku selalu ingin tau kabarmu, entah ini sudah detik keberapa aku mengingat dan merindukanmu, walaupun kita(aku dan kamu) sudah benar-benar lepas.
    Yang aku ceritakan di atas adalah masa laluku, kertas usang yang telah kubuang tujuh bulan yang lalu, setelah aku menemukan penggantimu semua cerita dan kisahku berbeda. Hari dimana aku bertemu dengan sosok baru, aku masih ingat sekali sore itu. Aku bertemu dengannya di  taman kota, di saat aku bersama teman sedang mencari udara segar di taman kota, saat itu aku melihat sosok pria yang sedang bercengkrama dengan laptopnya sambil memasang headphone di telinganya. Kamu melihatku dengan tatapan yang berbeda, dari arah yang berbeda, dari jauh kau menatapku lalu memberi senyuman berbeda, tanpa pikir panjang lalu aku membalas senyumanmu. Tidak lama kemudian, kau datang menghampiriku lalu mengajakku berkenalan. “Hai,siapa namamu?” katanya sambil menyodorkan tangannya. Aku sangat gugup untuk menjawabnya, dengan tangan gemetar aku menjawab “Namaku Giska, namamu siapa?”, lalu dia menjawab dengan mata indahnya “Namaku Eza, rumahmu dimana?” katanya. “Rumahku tidak jauh dari taman ini kok”. Aku tidak mengerti, dia langsung meminta nomer hpku, awalnya aku tidak ingin memberi, namun dia memaksanya, lalu aku mengetik nomerku di ponselnya. Setelah itu, dia langsung bergegas pergi mengucapkan terimakasih sambil melambaikan tangannya. Aku hanya membalas dengan senyuman.
     Dua jam kemudian setelah aku sudah berada di rumah, dia menelfonku. Sejak perkenalan singkat sore itu, kamu lebih sering mengirim pesan singkat untukku, kita juga lebih sering menceritakan dunia kita, entah lewat telfon,blackberry messanger, atau bertemu di taman.
    Aku benar-benar mengenal sosok yang baru, sosok yang berbeda, sosok yang misterius, aku yakin kamu adalah orang baik, walaupun aku baru mengenalmu, namun hati ini berkata kamu adalah orang yang tepat menjadi temanku.
Setelah perkenalan kita selama dua minggu, pagi itu kau mengajakku lari pagi ke taman kota, tidak seperti biasanya kau mengajakku lari pagi. Setelah dua kali keliling lapangan dekat taman, aku merasa kelelahan dan kembali duduk di taman, lalu kamu membelikanku minuman. Tibatiba kamu menanyakan.
“Gis,apakah kamu pernah jatuh cinta?”kata eza.
”Iya aku pernah jatuh cinta, kalau kamu?memangnya kenapa?” kataku.
 “Jatuh cinta menurutmu rasanya gimana? Iya aku juga pernah.” Jawabnya.
 “menurutku jatuh cinta itu indah, jika kita jatuh cinta pada orang yang mencintai kita juga, menurutmu bagaimana?” kataku.
 “Menurutku jatuh cinta itu abstrak” kata eza
“loh memangnya kenapa?” kataku
“aku pernah jatuh cinta pada seseorang, namun saat aku sudah mulai dekat dia malah pergi bersama orang lain.” Kata eza
“lalu kamu trauma untuk jatuh cinta lagi?” kata ku
“awalnya iya, tapi setelah aku mengenalmu, rasa trauma itu nampak meghilang seketika.” Kata eza
“maksudmu za?” aku kebingungan.
“sejak pertama kali aku melihatmu di taman kota dua minggu yang lalu, aku berbeda melihatmu, kau member ikesan yang berbeda di tatapan kelopak mataku, aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi.” Kata eza
“aku masih belum mengerti dengan pembicaraanmu tadi” kataku sambil menatapnya
“aku suka kamu,aku ingin jadi bagian dari hari-harimu gis, aku ingin menjadi kekasihmu, apakah kamu bersedia?” kata eza
    Aku sangat terkejut mendengar lisan Eza seperti itu, Oh Tuhan jawaban yang harus aku lontarkan, aku bingung ingin menjawab apa, walaupun sebenarnya aku juga memiliki perasaan yang sama. Eza datang di waktu yang tepat, di saat hatiku sedang benar-benar kosong. Aku memberi jawaban saat itu juga. Aku mengatakakan “Iya,aku mau jadi kekasihmu”. Akhirnya aku mulai semuanya dari hari itu hingga saat ini.
Aku menjalani hubunganku dengannya nampak sangat manis dan nyaman sekali, Aku seperti hidup kembali, terimakasih sudah membangunkan semangat hidupku lagi, sudah membangkitkan aku dari masalaluku. Aku benar-benar sudah bangkit dan enggan untuk mengingat masa laluku lagi. Terimakasih untuk kamu, sejak ada kamu duniaku sudah tidak gelap lagi, duniaku berwarna lagi dan sejak ada kamu aku seolah dibangunkan dari keterpurukan dan kejeraanku dalam bercinta. Karena kamu juga senyumku kembali, ceriaku kembali.
    Sekarang kita sedang jalan tujuh bulan, aku tak pernah lagi mengingat masa laluku, karena kamu telah menyembuhkan luka dan kesepianku. Aku benar-benar memiliki rasa yang tulus untukmu, dan rasanya aku tidak ingin dihentakan lagi. Kau benar-benar pria yang baik hati, dewasa, dan pengertian. Aku tidak pernah menyesal pernah mengenalmu,aku harap kamu tidak akan seperti dia.
Kau selalu mengerti kesibukanku di sekolah, kau juga selalu menyempatkan memberiku kabar di celah kesibukanmu di sekolah yang sangat padat, kita selalu contact setiap harinya, itu juga alasan kenapa kita bisa bertahan hingga saat ini.
Malam setelah aku selesai mengerjakan PR,sambil mendengarkan lagu Fatin-Aku memilih setia, ada notif dari blackberry messangerku, setelah aku buka, yang tak lain adalah dari pria pengkhianat itu, dia menginviteku d bbm, setelah dia mendelcontku beberapa bulan lamanya. Aku bingung ingin mengaccpetnya atau mengabaikannya, namun tanganku menuntunku untuk memencet accept. Aku berfikir untuk apa dia datang lagi, padahal sudah sebelas bulan aku tidak ingin mendengar tentang dia lagi. Dia mengirim pesan blackberry messanger dan mengatakan bahwa dia rindu padaku. “ah dasar laki-laki bodoh.” Aku menggerutu. Rupanya dia tidak tau statusku sekarang atau dia pura-pura tidak tau.
    Sudah sebelas bulan yang lalu, namun nampaknya aku masih belum bisa melupakan sakit yang aku rasakan malam itu, aku tak ingin dia kembali, karena yang aku rasakan aku ingin bahagia dengan kekasihku.
“Untuk apa kamu datang?” tanyaku
“aku ingin menjelaskan semuanya” katanya
“Tidak ada yang perlu dibahas, sudah lupakan saja!” jawabku dengan jelas
“Untuk apa kamu datang lagi sekarang setelah aku sudah bersama orang lain, kemana larinya kamu sebelas bulan yang lalu?” Aku sangat kesal dengan pernyatannya itu. Dia datang di saat aku sudah bersusah payah untuk bangkit, bangkit dari segala keterpurukanku. Dia memang menyebalkan, aku tidak ingin kehadirannya lagi, di saat aku sudah memiliki kebahagiaan baru bersama Eza. Aku mencoba terus menolak dan tidak meperdulikan mulut manisnya. Namun dia selalu saja meminta maaf dan menjelaskan mengapa dia dulu meninggalkanku. Untuk apa? Kenapa baru sekarang kamu datang? Aku tidak ingin kamu menjadi duri dalam kebahagiaanku sekarang, sudah cukup dulu kau mencibirku. Dulu kau membuat hidupku gelap, dan sekarang kamu seenaknya datang di saat hidupku sudah berwarna bersama orang lain. Aku ingin kamu pergi, aku tidak ingin jatuh ke dalam jurang yang sama. Aku mencintai kekasihku, aku bahagia bersama kekasihku, aku sudah menutup lembaranku bersamamu tujuh bulan yang lalu. Tepatnya hari ini, aku menginjak bulan ke tujuh dengannya. Maaf, aku sudah bangkit.

Rabu, 15 Januari 2014

Detik indah bersamamu,my Superhero


Alangkah indahnya jika waktu bisa dihentikan di hari dan detik ini, ketika kebahagiaan yang tampak itu benar-benar datang.  Kau membawakan sebuah alunan syair yang merdu dengan petikan sinar gitar dan suaramu yang menyejukkan relung ini.  Aku tidak akan pernah melupakan hari ini, hari dimana aku dan kamu benar-benar menemukan makna “KITA” yang abadi. 
  Seandainya, waktu bisa selalu indah seperti ini,ketika aku bisa melupakan semua  problematika diantara kita. Aku nyaman di dekatmu, aku nyaman dipelukmu, hingga aku sadar, jika cinta terakhirku berhenti di sosok kamu. Aku ingat sekali bagaimana dulu kamu mengajakku bercengkrama di telephone. Dan detik ini, ketika aku menulis ini, aku berada di dekatmu, aku tenang di dekapanmu. 
  Aku tak tau  apa yang harus aku lakukan nanti jika aku tak lagi bersamamu, dari sekian banyak pilihan, hanya kamu dan Cuma kamu yang aku pilih dan aku percaya akan membawakan kebahagiaan yang nyata untukku. Aku sungguh mencintaimu, aku sungguh jatuh cinta pada sosok pria berkacamata. Aku berharap, pria itu akan menjadi imamku kelak. Tuhan, aku berharap aku bisa menikmati indah hidup dengannya sampai sang waktu yang akan memisahkan, aku ingin dia menjadi jodohku. Dia yang aku pilih, dia yang aku ingin miliki, sekarang ada di sini bersamaku, menepis indah semua angan-anganku. Aku juga berharap kau tak akan lagi melukis luka, aku  selalu mencintaimu, kemarin,sekarang, dan selamanya.   Aku berjanji akan ku kunci hati ini untukmu. Aku harap kamu akan menjaga cinta kita agar selalu utuh seperti ini, youre my superhero, youre special for me, youre the best for me after Allah,Rasulullah,mother,and father. Iloveyoumore.