Sungguh, ini rasa yang paling hebat dan dahsyat.Kali ini aku
bertahan disakiti diabaikan dan tidak diperjuangkan. Aku rasa ada yang aneh
dengan dunia baruku, dunia yang sebelumnya tidak pernah bertemu denganku. Ini
sudah minggu kesebelas, aku masih rela bertahan, dan tetap mengatakan “Semuanya
akan baik-baik saja, keep calm and strong”. Aku selalu menanamkan rasa percaya, suatu saat
perubahan akan terjadi dengannya, aku sering mengeluh, mengeluh karena rasa
lelahku, sungguh wanita normal mana saja pasti enggan memasang hati untuk
disakiti, tapi aku? Masih bertahan dengan rasa lelah dan rasa yang lebih.
Entah
perasaan bodoh apa, entah perasaan macam apa, dan aku sudah tidak tahu harus
kuat dengan cara bagaimana lagi. Kadang aku iri dengan mereka, mereka yang
menjalani Cinta jarak jauh, jauh lebih bahagia dan dihargai oleh pasangannya.
Sedangkan aku yang selalu bertemu dan terlintas oleh kelopak mataku, malah mempunyai
keadaan yang berbanding terbalik dengan mereka, kadang aku merasa di atas.
Tetapi kadang aku merasa benar-benar ada di posisi paling bawah, sebenarnya aku
bosan menjadi robot yang kapan saja bisa kau abaikan, tetapi aku masih ingin
merasakan rasa ini, masih ingin melewati hari indah bersamamu.
Aku masih ingin
saling melengkapi, masih ingin membuktikan, bahwa aku bisa menjadi kekasih yang
baik lebih dari kekasihmu yang terdahulu sebelum aku. Aku tidak memikirkan dia
di masa lalunya, yang aku tau dia di masa yang sekarang, dan mungkin untuk masa
yang akan datang. Aku yakin, kamu jawaban dari segala keriusauan ku selama ini.
Bagaimanapun kamu, aku tetap merasa bahagia karena mengenal dan menyayangimu,
terimakasih sudah mengajarkan dan melatih aku menjadi kekasih dan wanita yang
kuat, yang tahan banting hatinya dibagaimanapun.” Tuhan, jika aku masih diberi
kesempatan, aku ingin menyatukan jalan pikiranku dan pikirannya, aku ingin
merubah pola berpikirnya, aku ingin merubah sikapnya dan merubahnya menjadi sosok
pria yang berpendirian.”
Alasanku untuk bertahan, bukan hanya karena aku menyayanginya
dengan rasa yang berlebih(tidak merubah kecintaanku pada-Nya). Tapi aku di sini
sangat dan tidak ingin kehilangan dia, karena kenangan. Kenangan juga yang
selalu memotivasi dan menguatkan aku untuk bertahan, kenangan yang terlalu
indah dan sangat manis untuk dikenang. Kenangan yang belum tentu dimiliki orang
lain, moment yang belum tentu orang lain rasakan. Entah apa aku wanita
beruntung karena memilikinya atau aku wanita yang rugi karena mencintainya.
Yang aku tahu, dia mencintaiku dan aku mencintainya. Dia yang sudah
membangkitkan aku dari masa laluku, dia yang telah mengajariku banyak hal, dia
yang membuatku seperti hidup kembali, terimakasih sudah membangunkan semangat
hidupku lagi, sudah membangkitkan aku dari masalaluku. Aku benar-benar sudah
bangkit dan enggan untuk mengingat masa laluku lagi. Terimakasih untuk kamu,
sejak ada kamu duniaku sudah tidak gelap lagi, duniaku berwarna lagi dan sejak
ada kamu aku seolah dibangunkan dari keterpurukan dan kejeraanku dalam
bercinta. Karena kamu juga senyumku kembali, ceriaku kembali, dan aku tidak
ingin karena kamu juga tangisku kembali lagi. Aku sedang belajar dan
mengartikan apa itu bertahan dan setia, bertahan dalam keadaan apapun, dalam
keadaan sesakit apapun dan seburuk apapun. Tenang, aku masih kuat bertahan
lebih dari yang kemarin dan lebih kuat dari ini.