Sudah sebelas minggu aku tak lagi bersamamu, tak lagi menemani
hari-harimu, berhenti menjadi bagian dari hidupmu,tapi aku tidak pernah
berhenti mencintaimu aku hanya berhenti memperjuangkanmu. sebelas
minggu yang lalu aku memilih pergi dan mungkin tidak akan pernah pulang
lagi pada hatimu.
Entah sudah berapa banyak pria yang
datang dan pergi menawarkan cintanya semenjak tak lagi bersamamu, mereka
selalu bilang “Aku tidak akan menyakitimu seperti dia,aku janji” tapi
hati ini enggan sekali membuka hati untuk yang lain, sudah aku kunci
hatiku ini hanya untukmu sejak berbulan-bulan lamanya. Aku masih ingin
menikmati kesendirianku, mereka pria yang datang aku yakin mereka datang
hanya untuk pergi, mungkin itu perasaan sesaat bukan;cinta.
Sampai detik ini aku selalu ingin tau kabarmu, entah ini sudah detik
keberapa aku mengingat dan merindukanmu, walaupun kita(aku dan kamu)
sudah benar-benar lepas. Kamu sedang sibuk degan penggantiku
sekarang,sedang menikmati duniamu dengan penggantiku;aku rela. Semoga
memang dia mampu melakukan tugas-tugasku dulu,tugasku membahagiakanmu.
Untuk kamu;wanita pilihan mantan kekasihku,tolong bahagiakan dia,jangan
pernah kamu sedikit saja menggoreskan luka di hatinya,kamu harus
berhasil mengobati semua lukanya. Aku tidak pernah mengusik kehidupanmu
sekarang, aku sadar aku hanya masa lalumu;“maybe true your happiness
with her is not with me”. Aku berusaha mencari banyak kesibukan sampai
aku tak ada lagi celah waktu untuk aku mengingatmu, but sorry I cannot
do it… kamu terlalu bersilau,kamu sudah merampas banyak waktuku, waktuku
untuk mencintai merindukan dan mengingatmu;aku lelah.
Rasa ini memang selalu ada, tapi aku tidak ingin kamu kembali, aku tidak
pantas untuk kamu, aku yang tidak bisa mengerti keinginan dan egomu.
Setiap malam sesudah belajar dan mengerjakan PR, selalu aku sempatkan
untuk bercengkrama dengan laptopku, dan menulis semua tentangmu dengan
ketikan jemariku. Jemariku bisa menulis apa saja, semua
tentangmu;tentang kita. Aku hanya mengikuti alur cerita dan
permainanmu,unik. Di sini memang masih aku yang mengalami kesakitannya.
Terkadang aku muak dan bosan dengan semuanya, lelah dengan semuanya,
drama yang tidak pernah ada endingnya. Tapi rasa ini yang membuat aku
menikmati semuanya, sudahlah biarkan semua berjalan dengan sendirinya,
entah kapan bisa aku membuka hati untuk yang lain,entah kapan aku bisa
melupakan,berhenti memikirkanmu dan mencintaimu. Yang aku tau rasa ini
tercipta untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar